More Info

LivE Indonesia ID

LivE Indonesia adalah media pengelolaan informasi dan pengetahuan untuk pengelolaan sumber daya alam, dan lingkungan secara berkelanjutan.


Kami menampung siapa pun yang hendak berbagi informasi dan pengetahuan. Akses ini bisa dikirimkan ke redaksi LivE Knowledge di liveknowledge@hotmail.com


Kunjungi FB Page LivE di @liveknowledgeID atau jejaring Twitter di @knowledge_live
More Info

United Nations Development Programme (UNDP) melalui Sumatran Tiger Project GEF – UNDP membantu Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) Maju Bersama Desa Pal VIII, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu untuk membuat 1 unit rumah persemaian bibit dan pembibitan 9.000 Kecombrang, Pakis dan Multi Purpose Tree Species (MPTS). Pembuatan rumah persemaian dan pembibitan tersebut dilakukan pada Minggu (17/5) hingga Kamis (21/5) di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Untuk diketahui, TNKS merupakan bagian dari Tropical Rainforest Heritage of Sumatra dalam daftar Situs Warisan Dunia.

Perwakilan anggota KPPL Maju Bersama, ASN Bidang PTN Wilayah III Balai Besar TNKS dan personel Sumtran Tiger Project GEF – UNDP berfoto bersama. Foto: Nani Ernawati/Sumatran Tiger Project GEF – UNDP

Regional Coordinator Kerinci Seblat Landscape Sumatran Tiger Project GEF – UNDP, Ronald AP Siagian mengatakan, dukungan diberikan karena UNDP memiliki misi membangun kesetaraan gender. Dalam konteks pelestarian kawasan hutan konservasi, UNDP menilai perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam upaya pelestarian kawasan hutan konservasi. “KPPL Maju Bersama merupakan kelompok perempuan pertama di Indonesia yang mendapatkan akses pengelolaan (pelestarian) kawasan hutan konservasi,” kata Ronald saat ditemui di rumah Ketua KPPL Maju Bersama, Rita Wati pada Rabu (20/5).

Kepala Bidang PTN Wilayah III Balai Besar TNKS, Bengkulu – Sumatera Selatan, Muhammad Zainuddin berdiskusi dengan Regional Coordinator Kerinci Seblat Landscape Sumatran Tiger Project GEF – UNDP Ronald AP Siagian dan Ketua KPPL Maju Bersama Rita Wati berdiskusi di sela persiapan pembuatan rumah persemaian. Foto: Harry Siswoyo/LivE

Pada 5 Maret 2019, KPPL Maju Bersama dan Balai Besar TNKS telah menandatangani perjanjian kerjasama Kemitraan Konservasi. Dalam rencana pelaksanaan program kemitraan konservasi tertuang empat program. Salah satunya adalah program pengawetan keanekaragaman hayati dan ekosistem berupa kegiatan pembuatan sentra persemaian/kebun pembibitan permanen, pemeliharaan dan perawatan Kecombrang dan Pakis, pembuatan bibit (Kecombrang, Pakis dan MPTS endemik), budidaya dan penataan Kecombrang, dan pemulihan ekosistem kawasan TNKS dan sekitar.

Foto; Nani Ernawati/Sumatran Tiger Project GEF – UNDP

Dukungan ditujukan untuk membantu KPPL Maju Bersama dalam melaksanakan rencana pelaksanaan program tersebut. Termasuk pelaksanaan program lainnya, yakni program pemanfaatan kecombrang dan pakis secara lestari. Dampak yang diharapkan dengan terlaksananya rencana pelaksanaan program tersebut muncul inisiatif perempuan di desa penyanggah kawasan konservasi lainnya untuk terlibat dalam pelestarian kawasan TNKS. “Pak Wiratno, Dirjen KSDAE )Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem) pernah menyampaikan bahwa perempuan adalah (subjek) yang utama dalam upaya pelestarian kawasan konservasi,” ujar Ronald.

Foto: Nani Ernawati/Sumatran Tiger Project GEF – UNDP

Undang Gubernur

Baca  Bagaimana Relevansi dan Kontribusi Hutan untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan?

Ketua KPPL Maju Bersama Rita Wati mengatakan, dukungan dari Sumatran Tiger Project GEF – UNDP tersebut akan berkontribusi untuk merealisasikan rencana KPPL Maju Bersama mengundang Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah untuk meresmikan rumah bibit Kecombrang sekaligus mengajak aksi penanaman kecombrang di areal kemitraaan. “Saat bertemu di Desa Batu Ampar beberapa waktu lalu, pak Gubernur menyampaikan sudah sangat ingin untuk berkunjung ke Desa Pal VIII, namum belum bisa direalisasikan. Mudah-mudahan, saat kami undang untuk meresmikan rumah bibit Kecombrang sekaligus menanam Kecombrang di areal kemitraan, pak Gubernur akan bersedia,” kata Rita. (**)