More Info

LivE Indonesia ID

LivE Indonesia adalah media pengelolaan informasi dan pengetahuan untuk pengelolaan sumber daya alam, dan lingkungan secara berkelanjutan.


Kamimenampung siapa pun yang hendak berbagi informasi dan pengetahuan. Akses ini bisa dikirimkan ke redaksi LivE Knowledge di liveknowledge@hotmail.com


Kunjungi FB Page LivE di @liveknowledgeID atau jejaring Twitter di @knowledge_live
More Info

Sebanyak 20 media alternatif dari berbagai daerah di Indonesia membentuk Himpunan Media Alternatif Nusantara (Human). Jaringan bagi media yang dikelola secara mandiri dan tidak berorientasi kepada keuntungan (profit) atau bisnis ini dideklarasikan di panggung utama Festival Media di Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Kamis (23/11/17).

Kehadiran Human diharapkan mendorong keberagaman media. Selain itu, diharapkan mampu mengembangkan media yang menginformasikan kondisi dan menyalurkan suara masyarakat yang terabaikan. Spirit itu tertuang dalam slogan Human: Yang tak berdaya juga perlu media, yang tak bersuara juga perlu media, yang tak berkuasa juga perlu media, yang tak berdana juga perlu media, dan yang tak sama juga perlu media.

Baca  Dukung Upaya Perempuan Desa Agar Bisa Terlibat Kelola Hutan Warisan Dunia

“Dari interaksi dan keprihatinan yang sama, sejumlah jurnalis menginisiasi lahirnya media online yang berusaha menarik kembali fungsi pers sebagai penampung dan penyalur aspirasi masyarakat. Ini merupakan tindakan alternatif untuk menjaga marwah media massa,” kata Dwidjo Utomo Maksum, yang membacakan deklarasi Human.

 

Saat ini Human beranggotakan 20 media alternatif yang dibangun oleh anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di berbagai daerah. Yakni, JurnalisTravel.com (Padang), PeladangKata.com (Pontianak), Gangsiput.com (Yogyakarta), Kediripedia.com (Kediri), dan Terakota.id (Malang). Selain itu, Batikimono (Malang), DeGorontalo.co (Gorontalo), Mentawaikita.com (Padang), Sudutruang.com (Bengkulu), dan LiveIndonesia.id (Bengkulu).

Kemudian, Tulistangan.com (padang), Duniamelancong.com (Medan), Seniberjalan.com (Batam), Inibalikpapan.com (Balikpapan), BaleBengong.id (Bali). Selanjutnya, Sumbarkita.com (Padang), ArtSpace.com (Bandung), IndonesiaBiru.com (Jakarta), KilasJambi.com (jambi), dan Pojoksamber.com (Lampung). “Konten media yang dihasilkan kawan-kawan selama ini tetap mengacu kepada standar dan ragam jurnalistik,” terang seorang penggagas Human, Sofiardi Bachyul JB.

Human tidak menampikkan upaya dari beberapa jurnalis yang membangun media daring (online) menjadi perusahaan besar dengan capaian model media kapitalis. Sebab, media seperti itu pun memang harus tetap tumbuh. Namun, menggarap media berbasis konten unik dan inspiratif seperti yang dilakukan media anggota Human juga menjadi keharusan agar pers tetap pada koridor. “Media alternatif merupakan bentuk perlawanan konstruktif terhadap kehidupan pers di Tanah Air yang serba formalitas,” tegas Dandhy Dwi Laksono, salah satu deklarator dalam testimoninya.

Baca  TNKS Tawarkan Buat Kerjasama Kepada Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan

Ketua Umum AJI Suwarjono mengapresasi pembentukkan Human karena spirit Human sejalan dengan visi dan misi AJI. Dia bahkan berminat untuk mengembangkan sendiri media alternatif dan bergabung bersama Human. “Agar informasi mengenai daerah saya juga bisa terpublikasi luas karena sulit mengandalkan media nasional untuk menyuarakannya,” ujar Suwarjono.