Author: LivE Indonesia ID

Warisan Dunia, Pemberdayaan Perempuan dan Perhutanan Sosial

Dukungan Balai Besar TNKS terhadap inisiatif Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) Maju Bersama Desa Pal VIII, Rejang Lebong, Bengkulu untuk berpartisipasi dalam pelestarian dan pemanfaatan TNKS yang merupakan bagian dari warisan dunia menunjukan bahwa tidak ada diskriminasi terhadap perempuan dalam perhutanan sosial. Sebagaimana dinyatakan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar bahwa kebijakan perhutanan sosial telah menyebutkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam memperoleh hak akses kelola perhutanan sosial.

Read More

Laila Iskandar, Pelopori Model Pendidikan Nonformal Daur Ulang

Pekerjaan Laila Iskandar dengan para pengumpul sampah zabbaleen di Kairo menunjukkan bahwa program daur ulang berskala besar menawarkan pekerjaan, menghasilkan pendapatan dan memperbaiki kondisi kehidupan. Jauh sebelum daur ulang diakui sebagai industri penting, sebuah komunitas yang tinggal di Bukit Mokattam di pinggiran kota Kairo mencari nafkah untuk mendaur ulang limbah rumah tangga kota. Laila Kamel mengenalkan proyek sosial dan lingkungan yang inovatif kepada pengumpul sampah atau zabbaleen. Ini sebagian besar telah menciptakan model pembelajaran pendidikan non-formal dalam konteks daur ulang. Mereka telah membantu pengumpul sampah menghentikan siklus eksploitasi dan menerima kompensasi yang layak atas pekerjaan mereka yang berharga.  ...

Read More

Perjuangkan Aspirasi Perempuan Desa Sekitar TNKS, DPRD Tunggu Komunikasi Lanjutan

DPRD Rejang Lebong akan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan Jaringan Perempuan Desa Sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) melalui dokumen “Meminta Pemda Rejang Lebong Melaksanakan Kewajiban Memberdayakan Perempuan Desa Sekitar TNKS”. DPRD menunggu komunikasi lanjutan Jaringan Perempuan Desa Sekitar TNKS terkait kegiatan riil yang dibutuhkan untuk dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Read More

Categories

RSS Kabar hutan