Author: LivE Indonesia ID

Forum Perempuan Desa Peduli Iklim dan Pangan Didukung Parapihak

Disamping untuk mempererat tali silaturahami, tujuan pembentukan Forum Perempuan Desa Peduli Iklim dan Pangan Provinsi Bengkulu untuk memperkuat perjuangan atas hak-hak perempuan untuk terlibat dalam pengelolaan kawasan hutan dan nonhutan secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan ancaman krisis pangan, dan memastikan dukungan parapihak terhadap perjuangan yang dilakukan oleh perempuan.

Read More

Pemda Kabupaten dan Provinsi Lalai Memenuhi Hak Perempuan Atas Lingkungan Hidup/Hutan

Jaringan Perempuan Desa Sekitar TNKS menerbitkan sebuah policy brief dengan judul “Pemda Kabupaten dan Provinsi Lalai Memenuhi Hak Perempuan Atas Lingkungan Hidup/Hutan pada Rabu, 27 November 2019. Dalam ringkasan eksekutifnya, Jaringan Perempuan Desa Sekitar TNKS menyatakan: Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong dan Provinsi Bengkulu belum sekali pun melaksanakan kewajiban memenuhi hak-hak perempuan desa sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) atas lingkungan hidup dan hutan, dan memberdayakan perempuan desa sekitar TNKS untuk melestarikan TNKS dan memanfaatkan potensidi TNKS untuk peningkatan kesejahteraan. Selain wujud pelaksanaan peraturan dan perundang-undangan, pemenuhan hak dan pemberdayaan perempuan desa sekitar TNKS juga sangat penting untuk membangun kesiapan perempuan...

Read More

Perempuan Desa Sekitar TNKS: Belum Sekalipun Pemda Kabupaten dan Provinsi Penuhi Hak Kami

Jaringan Perempuan Desa Sekitar TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat) mengungkapkan, Pemda Rejang Lebong dan Provinsi Bengkulu belum pernah sekalipun memenuhi hak perempuan atas lingkungan hidup dan hutan terkait dengan TNKS, dan memberdayakan perempuan desa sekitar TNKS berkenaan dengan upaya pelestarian dan pemanfaatan potensi di TNKS. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jaringan Perempuan Desa Sekitar TNKS Susila Elawati dalam “Konsultasi Solusi atas Permasalahan dan Tantangan Perempuan Desa Sekitar TNKS” di Rejang Lebong, Jumat (8/11/19). “Permasalahan itu merupakan kesimpulan dari diskusi terfokus yang kami lakukan dengan melibatkan perwakilan perempuan desa-desa sekitar TNKS di wilayah Kecamatan Bermani Ulu Raya pada 30 Juli...

Read More

Desa Kopi Tangguh Iklim Mulai Diinisiasi

Praktik konversi hutan menjadi kebun kopi monokultur yang berkontribusi memicu degradasi lingkungan hidup dan perubahan iklim telah menimbulkan permasalahan serius bagi petani kopi di Provinsi Bengkulu. Bukan hanya penurunan produktivitas dan kualitas kopi, petani juga dihadapkan dengan masalah kematian pohon kopi akibat serangan hama dan penyakit baru. Terhadap hal tersebut, Kepala Desa Batu Ampar, Kabupaten Kepahiang, Herwan Iskandar berinisiatif untuk membangun Desa Kopi Tangguh Iklim dengan mengajak warganya merevitalisasi kearifan lokal: kebun kopi polikultur. “Kami siap, Insya Allah,” ujar Herwan usai mendengarkan pemaparan akademisi Jurusan Kehutanan Universitas Bengkulu, Yansen, Ph. D dalam diskusi “Kopi Tangguh Iklim” yang digelar #AksiKomunikatifIklim...

Read More

Sedekah Pohon kepada Bumi: Inisiatif Perempuan Desa Memperkuat Kearifan Lokal, dan Membangun Ketangguhan Perubahan Iklim dan Ketahanan Pangan

Setelah tertunda akibat musim kemarau panjang, KPPL Maju Bersama Desa Pal VIII mulai menyalurkan sebagian bibit Nangka, Alpukat dan Jengkol kepada perempuan Desa PAL VIII untuk disedekahkan kepada bumi pada Minggu (13/10/19). Secara simbolis, bibit yang diproduksi oleh KPPL Maju Bersama secara swadaya itu telah disalurkan kepada perwakilan dua kelompok majelis taklim di Desa Pal VIII saat pelaksanaan tradisi “Sedekah Bumi” pada 1 September 2019. Selain untuk memperkuat kearifan lokal “Sedekah Bumi” yang dilakukan setiap bulan Muharram, Sedekah Pohon kepada Bumi juga merupakan upaya KPPL Maju Bersama dalam mendorong perempuan desa mengembangkan agroforestri di lahan kebun kopi dan perkarangan...

Read More

Categories

RSS Kabar hutan