Author: LivE Indonesia ID

Inisiatif Kelompok Perempuan Alam Lestari Membangun Kemitraan Konservasi Didukung BKSDA Bengkulu

“Baru kali ini ada ibu-ibu yang ingin bermitra, saya pikir ini sangat baik. Arahnya adalah pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, memanfaatkan hasil hutan bukan kayu tanpa merusak kawasan hutan, bukankah begitu?” kata Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu Said Jauhari usai mendengarkan keterangan yang disampaikan Ketua dan anggota Kelompok Perempuan Alam Lestari Desa Batu Ampar Kabupaten Kepahiang Supartina, Supri Okta dan Dewi Herlinda mengenai kedatangan mereka di Kantor Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu di Rejang Lebong pada Senin, 17 Juni 2019. Selain Said Jauhari, kedatangan Kelompok Perempuan Alam Lestari juga diterima oleh Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi Bukit Kaba...

Read More

Banjir dan Longsor Bengkulu, Bagaimana Kondisi DAS Bengkulu dan DAS Lemau?

Hujan deras yang membasahi bumi Rafflesia sejak Jumat (26 April 2019) sore hingga Sabtu (27 April 2019) pagi telah menimbulkan bencana banjir dan longsor di 9 Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu. Bencana ekologi ini mengakibatkan 25 jiwa meninggal, 3 jiwa hilang, 4 jiwa luka-luka, 458 jiwa mengungsi, 45.142 jiwa terdampak, dan 22.820 jiwa penduduk rentan meliputi 2.039 jiwa bayi, 7.400 jiwa balita, 1.742 jiwa ibu hamil dan 11.580 jiwa lansia. Banjir dan longsor juga mengakibatkan 1.225 unit rumah rusak, 1.187 unit rumah terendam, ratusan unit fasilitas umum dan infrastruktur rusak, ribuan hektar kebun dan sawah warga mengalami kerusakan dan ribuan...

Read More

Senjakala Perajin Dol Bengkulu

Dol Bengkulu adalah salah satu alat musik tradisional yang biasa mengiringi perayaan ritual tabot pada bulan muharam. Namun sayang, setelah beratus tahun tradisi ini berjalan, para perajin dol kini semakin sedikit. Tak cuma itu bahan baku bonggol kelapa yang berukuran besar juga sudah semakin berkurang

Read More

Perempuan, Integrasi Budidaya Lebah Madu dan Agroforestri di Desa Penyanggah Hutan Warisan Dunia

Mengintegrasikan budidaya lebah madu dan agroforestri berbasis kopi menjadi salah satu kegiatan pemberdayaan perempuan di Desa Pal VIII, salah satu desa di Kabupaten Rejang Lebong yang bersentuhan langsung dengan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang ditetapkan sebagai ASEAN Heritage Park (Warisan Alam ASEAN) dan menjadi bagian dari Tropical Rainforest Heritage of Sumatra atau World Heritage Sites (Warisan Dunia). Inisiatif ini dilakukan sebagai bagian membangun ketangguhan perubahan iklim, ketahanan pangan, meningkatkan produksi pertanian/perkebunan, melestarikan TNKS dan meningkatkan kesejahteraan perempuan. Lihat video panen perdana..              ...

Read More

Categories

RSS Kabar hutan